Sabtu, 30 April 2011

praktikum senyawa anorganik

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANORGANIK  II




oleh

Fariz Ad Fiqih
Saepi Herdiansyah





AKADEMI KIMIA ANALISIS
CARAKA NUSANTARA
DEPOK
2010






TEMBAGA DAN PERAK

I.Tujuan Percobaan

Mempelajari sifat dari tembaga dan perak serta reaksi yang terjadi dari kedua unsur tersebut jika direaksikan dengan ion-ion tertentu

II.Teori

Dalam percobaan ini akan diselidiki sifat kimia dari ion golongan 1b yaitu tembaga dan perak. Konfigurasi tembaga yaitu [Ar] 3d10 4s sedangkan perak yaitu [Ar] 4d10 5s. Karena kemudahan elektron s untuk di lepaskan maka  ion stabil dalam bentuk  Cu+ dan Ag+.

2Cu+  ç===è Cu (s) + Cu2+

Potensial elektroda standar untuk reduksi ion menjadi logam ialah:

Cu2+ + 2e-  ç==è Cu(s)                                                            Eo = 0,3 Volt

Larutan cair yang mengandung Cu2+ ummnya berwarna (biasanya biru sampai hijau) tergantung jenis dan konsentrasi ion.

Meskipun sebagai oksidator  kuat namun masih dapat dioksidasi Ag+ menjadi Ag2+ dan Ag3+ ,ion Ag+2  bereaksi dengan air dan  melepaskan oksigen. Pada percobaan ini akan diselidiki reaksi dari Ag+ .

Ag+ + e-  ç==è Ag (s)                                              Eo = 0.799 Volt

Karena nilai Eo positif, logam Cu dan Ag tidak larut dalam 1M H+ tapi larut pada HNO3 panas.

III. Alat dan Bahan

Alat :                                       Bahan :
 - Pipet tetes                            - AgNO3 0,1N              - NaOH 6M   
 - Rak tabung                          - Cu (NO3)2 0,1M         - NH3 6M
 - Tabung reaksi                       - HCl 6M                     - Na2CO3
                                               
                                               
IV. Cara Kerja

A. reaksi dengan ion hidroksida
1.       Disiapkan Cu(NO3)2 0,1M dengan mencampurkan 5 ml Cu(NO3)2 1M dan 45 ml air dalam tabung 125 ml. dilakukan juga pada AgNO3 1M
2.       Cu(NO3)2 0,1M sebanyak 3 ml ditambahkan 3 tets NaOH 6M dicatat warna endapan larutan
3.       3 ml AgNO3  0.1M  ditambahkan 1 tetes NaOH 6M. endapan yang terbentuk adalah AgO, ditambahkan 3ml NaOH 6M
B. Reaksi denghan larutan ammonia
1.       Ditambahkan 2tetes NH3 6m ke dalam 3 ml Cu(NO3)2 0,1M dicatat warna endapan dari larutan. Ditambahkan 3 ml NH3 6M dikocok dan dicatat pengamatannya
2.       Diulangi percobaan dengan AgNO3 0,1M
C. Reaksi dengan ion karbonat
1.       Ditambahkan 1ml Na2CO3 ke dalam 3ml Cu(NO3)2 0,1M
2.       Ditanbahkan 3ml NH3 6M
D. Reaksi dengan ion klorida
1.       Kedalam 1ml Cu(NO3)2 0,1M ditambahkan 3m HCl 6M
2.       Ditambahkan beberapa tetes HCl 6m kedalam 5ml aquadest lalu ditambahkan 2 tetes AgNO3 0,1M lalu ditambahkan 5ml NH3 6M
3.       Diulangi percobaannya dengan Cu(NO3)2  0,1M

V. Reaksi
·         Cu(NO3)2 + 2NaOH ----à Cu(OH)2 ↓ + 2NaNO3
Cu(OH)2  + NaOH ----à [Cu(OH)4]2- + 2Na+
·         AgNO3 + NaOH ----à AgOH↓ + NaNO3 + H2O
AgNO3 + 2NH3 ----à [Cu(NH3)4]+ + NO3-
·         Cu(OH)2  + 2NH3 berlebih ----à [Cu(NH3)4]2+
Cu(NO3)2 + Na2CO3----à CuCO3 ↓ + 2NaNO3
·         2AgNO3 + Na2CO3----à Ag2CO3 + 2NaNO3
·         Cu(NO3)2 + 2HCl -----à CuCl2 + 2HNO3
AgNO3 + 2HCl -----à AgCl↓ + HNO3
AgCl↓ + 2NH3 ----à [Ag(NH3)2]+ + Cl-


VI. Data Pengamatan

A. Reaksi dengan NaOH
§  3ml 0,1M Cu(NO3)2 + 2 tetes 12M NaOH ----à endapan biru muda
+ 3ml atau berlebih NaOH 12M ----à larutan biru
§  3ml AgNO3 12M + 2 tetes NaOH 12M ----à endapan coklat
+ 3ml  NaOH 12M ----à  jernih endapan coklat
B. Reaksi dengan NH3
§  3ml 0,1M Cu(NO3)2 + 2 tetes NH3 6M ----à endapan biru muda
+ 3ml NH3 6M ----à endapan biru koloid
§  3ml AgNO3 12M + 2 tetes NH3 6M ----à keruh
+ 3ml NH3 6M ----à jernih
C. Reaksi dengan  Na2CO3
§  1ml Na2CO3 1M + 2ml 0,1M Cu(NO3)2 + 3ml NH3 6M ----à jernih
§  1ml Na2CO3 1M + 2ml AgNO3 0,05M + 3ml NH3 6M ----à jernih
D. Reaksi dengan HCl
§  2ml 0,1M Cu(NO3)2 + 3ml HCl 6M ----à larutan hijau kekuningan
§  5ml HCl 6M + 5ml Aquadest + 2tetes AgNO3 0,05M ------à endapan putih koloid
+ 5ml NH3 6M ----à jernih

VII. Pembahasan

v  Perak adalah logam yang putih, dapat ditempa dan liat. Rapatannya tinggi (10,5 g/m) melebur pada 960,5°C. perak tak larut dalam HCl, H2SO4, atau HNO3. Dalam larutan HNO3 yang lebih pekat atau asam panas, ia larut.
v  Reaksi dengan OH-, perak akan membentuk endapan coklat perak oksida. Suspense endapan tak larutdalam reagensia berlebihan. Endapan melarut pada larutan ammonia dan asam nitrat.
v  Reaksi dengan ion CO32-, perak akan membentuk endapan putih kekuningan perak karbonat (Ag2CO3) bila dipanaskan terurai dan terbentuk endapan coklat perak oksida. Asam nitrat dan larutan ammonia melarutkan endapan
v  Tembaga adalah logam merah muda yang lunak, dapat ditempa dan liat. Melebur pada 1038°C. tak larut dalam HCl dan H2SO4 meskipun dengan adanya oksigen ia bisa larut sedikit. HNO3 yang sedang pekatnya mudah melarutkan tenbaga
v  Reaksi dengan OH-, tembaga akan membentuk endapan biru muda tembaga hidroksida, endapan melarut dengan penambahan NaOH berlebih membentuk kompleks [Cu(OH)4]2-
v  AgNO3 teoksidasi oleh udara. Oleh karena itu setelah menggunakan AgNO3 wadah harus segera ditutup

VIII. Kesimpulan
·                     Ion tembaga (I) tidaklah stabil, sehingga mudah teroksidasi membentuk tembaga (II)
·         Factor yang mempengaruhi kesetimbangan :
1.       Tekanan
2.       Temperatur
3.       Konsentrasi
4.       Sifat zat itu sendiri

Pustaka

  1. Svehla, G., 1979, Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro,
diterjemahkan olehS etiono, L. dan Pudjaatmaka, H.A ., PT KalmanMedia
Pustaka, Jakarta.
2.      Penuntun praktikum kimia anorganik II, Akademi Kimia Analisis Caraka Nusantara Depok.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar